Kafiloo Studio
Sedang ditulis
UI/UX Designer & Product Manager
Saya pakai design thinking untuk mengubah masalah yang berantakan jadi produk yang sederhana dipakai dan masuk akal secara bisnis.

3 orang, 1 tim, 1 produk yang berjalan nyata.
Semuanya mulai dari kebiasaan sederhana: mengoprek ide bareng teman sekelas sampai larut, lalu memaksa ide itu jadi sesuatu yang bisa dibuka di layar. Di SMK Telkom saya belajar bahwa yang bikin produk hidup bukan tools-nya, tapi seberapa jujur kita memahami orang yang akan memakainya.
Kebiasaan itu tumbuh jadi Kafiloo — tim produk kecil bertiga, alumni satu sekolah, yang tetap bekerja seperti teman: saling menantang, saling menutupi. Bukan agensi, bukan startup dengan deck tebal. Cuma tiga orang yang serius ingin produknya dipakai orang.
Produk utama kami adalah Kafipos, platform POS dan loyalty untuk bisnis F&B. Di sana saya memakai dua topi sekaligus: mendesain alurnya sebagai UI/UX Designer, dan memutuskan apa yang dibangun lebih dulu sebagai Product Manager. Bagian paling sulit ternyata bukan menambah fitur, tapi berani menahannya.
Fondasi: belajar dasar engineering, logika sistem, dan cara produk dibangun dari nol.
±4 bulan. Naik level dari teori ke eksekusi desain: wireframe, flow, dan handoff di tim nyata.
Menutup fase sekolah dengan bekal engineering + pengalaman desain lapangan.
±3 bulan, magang mandiri. Pindah dari 'bagaimana membuatnya' ke 'kenapa ini yang dibuat duluan'.
Menerapkan semuanya sekaligus: engineering, desain, dan keputusan produk di satu tim bertiga.

Kafipos — cerita di balik keputusan menunda sistem resep multi-level demi MVP yang benar-benar sampai ke tangan pemilik kedai.
Sedang ditulis
Sedang ditulis
Catatan pendek soal produk, desain, dan kerja bareng tim kecil.
Catatan pendek soal cara saya menimbang scope, kapasitas tim, dan rasa sayang pada ide sendiri.
Framework itu alat bantu, bukan ritual. Ini versi paling ringkas yang benar-benar saya pakai tiap minggu.
Bagaimana Kafiloo tetap jalan dengan tim sekecil ini: soal kepercayaan, ritme, dan batasan yang jelas.
Riset terbaik sering terjadi sambil berdiri di samping mesin kasir, bukan di ruang rapat.
Saya senang diajak ngobrol soal ide awal, prioritas fitur, atau alur yang terasa masih berat dipakai.
Kirim email ke saya